Review : My Name is Khan

My Name Is KhanSudah nonton film "My Name is Khan" ? Hmm.. ada dua hal kenapa posting saya kali ini termasuk sangat berbeda dari yang lainnya.

Pertama, ini adalah resensi film, dan bukan film biasa.. tapi film Bollywood, Film India yang secara salah satu genre film yang sudah sangat lama tak saya tonton. Kedua, seingat saya, belum pernah sekalipun membuat tulisan untuk resensi film di blog manapun.

Saya udah lupa, kapan terakhir kali menonton film Bollywood. Kalau tidak salah, sewaktu SD kelas 3, dan itu pun hanya sekedar menunggu waktu berangkat sekolah (saat itu saya sekolah giliran siang), dan itu juga tidak dari awal sampai akhir. hanya seadanya saja.. sebab saya tidak begitu suka film Bollywood. Alasan utamanya adalah : Terlalu banyak jogetnya.

Tapi ini adalah film Bollywood yang benar-benar beda..

5 Pelajaran dari seorang guru Killer

Saya baru saja membaca hasil survey menarik yang dilakukan di Jakarta dari sebuah tabloid pelajar, d’ Champs. Ini tentang “guru killer vs guru favorit”, Mereka membuat statistik mengenai beberapa opini tentang guru yang disukai dan dibenci kebanyakan siswa. Beberapa kesimpulannya adalah :

66% pelajar mempunyai guru yang mereka anggap “killer” dan cukup beragam, diantaranya guru kimia, matematika, bahasa, atau ekonomi. Dan 40% dari mereka memberikan alasan karena guru yang mereka anggap killer mengajar dengan cara yang keras. Intinya adalah banyak pelajar tidak menikmati sepenuhnya masa-masa di sekolah, dan penyebabnya adalah guru yang mereka miliki.

Kapan harus memulai?

Dulu, saat smp, saya sempat menjadi konsultan amatir segala hal tentang blog, terutama didepan teman-teman saya. Tapi dari sekian pengelaman yang saya rasakan.. masalah utama kenapa mereka mengeluh belum bisa membuat blog, mengeluh karena sulitnya membuat posting, adalah bukan karena mereka tidak bisa (saya malah tidak pernah berpikir, ada yang benar-benar tidak bisa membuat blog, setelah tahu bagaimana menyalakan komputer).

Kebanyakan dari mereka yang kelihatannya ambisius, tapi mengapa belum bisa membuat blog juga? Maksud saya membuat blog yang benar-benar diisi dan digunakan, bukan hanya dibuat. Mengapa? Saya rasa alasannya adalah ini : mereka terlalu khawatir tentang kapan harus memulai, karena terlalu banyak yang dipikirkan. Mereka menunggu waktu yang terbaik untuk memulai.