Nggak Mau Pake Software Open Source? Pikirkan Lagi!

Pernah, saya menemui sebuah bahasan tentang seorang remaja yang mengajak orang untuk beralih menggunakan aplikasi open source disebuah forum online terbesar di indonesia. Reaksinya bermacam-macam, ada yang setuju, menghujat, atau ada juga yang bingung. Dia mengatakan bahwa menggunakan aplikasi bajakan bukanlah perilaku yang baik, menggunakan aplikasi yang gratis dan open source merupakan satu-satunya pilihan bagi mereka yang tidak mau mengeluarkan uang banyak untuk menggunakan teknologi informasi.

"Kalau dibiarkan terus-menerus, pembajakan itu dapat menghambat kreativitas para pengembang software lokal," (Fadil Fuad Basymeleh, Chairman PT Zahir Internasional)

Berkaitan dengan itu, saya ingin memberikan gambaran tentang sebuah negara yang saat ini cukup mengalami perkembangan yang pesat di bidang open source, yaitu India. Negara ini mengalami perkembangan pesat dalam teknologi informasi mereka karena kebanyakan dari pelajarnya dituntut untuk bisa menggunakan software open source untuk mengerjakan berbagai tugas dan kegiatan.

Menumbuhkan Semangat Open Source

 
Saya suka cara Matt Mullenweg memaknai apa itu kemerdekaan –opensource :

  • the freedom to run the program for any purpose –> commercial, non commercial
  • to study how the program works and adapt it to your needs
  • redistribute copies so you can help your neighborhoood
  • to improve the program and release your improvement (and modified version on general) to the public so that the community benefits

Konsepsi Gaya Hidup Sehat dan Implementasinya

Cover Buku The Miracle of Enzyme


Artikel ini saya buat sebagai studi analisis sederhana tentang kesehatan, ini berkaitan dengan keluarnya buku yang saat ini sudah menjadi best seller yaitu ‘The Miracle of Enzyme” karya Dr Himori Shinya. Tapi bukan hanya menyandang predikat “best seller”, buku ini juga membuat banyak orang terkejut (agak lebai sih, hhe). Untuk membuatnya menjadi lebih mudah, saya sarankan kamu untuk membaca resumenya yang ditulis adek (kelas) saya, Atika Almira di di Blognya.

Kajian ini saya tekankan mengenai konsepsi kesehatan yang dikaitkan dengan sunnah Rasulullah, yang selain sebagai pemimpin yang berpengaruh juga sebagai orang yang gaya kehidupannya patut diteladani. Disini, saya mengutip beberapa hadits dan ayat Al-Qur’an agar bisa membuat kita lebih memahami betapa Allah dan Rasulnya juga sangat menekankan manusia menjaga kesehatannya, karena kesehatan adalah amanat yang harus dijaga dan dipergunakan dengan baik.



Tulisan ini membahas ilmu kedokteran, yang tentu bagian dari ilmu pengetahuan. Dan sudah takdirnya ilmu pengetahuan selalu berevolusi selama rasa keingin tahuan manusia masih ada. Seperti menurut Kazuo Murakami, pertanyaan yang sering diulang-ulang para ilmuwan adalah, “Ada yang baru?”. Oleh karena itu, kadang teori-teori ilmiah bersifat validitas dan akan terganti dengan teori-teori yang baru.
Akhir kata, bila ada kebenaran-kebenaran yang terkandung dalam tulisan ini, itu datangnya dari Allah, dan bila ada kesalahan-kesalahan, itu bukan kesalahan Rasulullah tapi semata-mata datangnya dari kebodohan saya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.